Bondowoso, 24 Juni 2025 Bappeda Kabupaten Jember melalui Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam menghadiri Rapat Koordinasi Pengelolaan Cagar Biosfer Blambangan yang diselenggarakan di Aula Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bondowoso, Selasa (24/6). Kegiatan ini diadakan berdasarkan surat undangan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur dan dihadiri oleh berbagai pihak terkait pengelolaan kawasan cagar biosfer.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekosistem (KSDHE) Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Ir. Basunando, M.M., mewakili Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. Sambutan selamat datang disampaikan oleh Administratur Perhutani KPH Jember, Bapak Eko Teguh Prasetyo, yang mewakili tuan rumah, Perhutani KPH Bondowoso.
Cagar Biosfer Blambangan merupakan cagar biosfer ke-11 di Indonesia yang ditetapkan UNESCO melalui sidang International Coordinating Council (ICC) Program Man and the Biosphere (MAB) ke-28 di Lima, Peru, pada Maret 2016. Kawasan ini memiliki luas sekitar 778.647 hektar dan meliputi tiga taman nasional, yaitu Taman Nasional Alas Purwo, Baluran, dan Meru Betiri. Wilayahnya membentang di sejumlah kabupaten di tapal kuda Jawa Timur, yakni Jember, Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso, dan Situbondo.
Rapat koordinasi ini bertujuan menyampaikan progres pengelolaan cagar biosfer dan mempersiapkan penyusunan dokumen Periodic Review Cagar Biosfer Blambangan. Dalam forum ini, lima materi utama disampaikan, meliputi laporan progres pengelolaan di ketiga taman nasional tersebut, peran akademisi dalam mendukung pengelolaan, serta evaluasi pengelolaan cagar biosfer secara nasional dan khususnya di Jawa Timur.
Salah satu pembicara penting dalam rapat ini adalah Direktur DRPM Universitas Brawijaya, Prof. Luchman Hakim, yang menjelaskan peran akademisi dalam pengelolaan cagar biosfer. Selain itu, Bapak Ade Bagja Hidayat dari Sekretariat Harian Komite Nasional MAB-UNESCO menyampaikan evaluasi dan progres pengelolaan cagar biosfer di Indonesia.
Melalui rapat ini, diharapkan sinergi antar stakeholder semakin kuat untuk menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan pengelolaan Cagar Biosfer Blambangan demi manfaat ekologis, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan.