Jember, 8 Oktober 2025 — Hasil kajian terbaru Pemerintah Kabupaten Jember melalui kegiatan Penelitian dan Pengembangan Bidang Ekonomi dan Pembangunan mengungkapkan bahwa struktur perekonomian Jember masih sangat bergantung pada sektor agraris. Berdasarkan analisis Location Quotient (LQ) selama periode 2020–2024, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan tercatat sebagai sektor unggulan dengan nilai LQ tertinggi, mencapai 2,596 pada tahun 2024.
Kajian tersebut disampaikan dalam rapat pembahasan laporan akhir Kajian Produk Unggulan Daerah Kabupaten Jember yang digelar di Aula Bawah Barat Setda Jember pada Rabu (8/10/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan berbagai perangkat daerah dan instansi terkait.
Analisis menunjukkan bahwa selain sektor pertanian, terdapat lima sektor lain yang termasuk kategori basis, yaitu Jasa Pendidikan (LQ 2,032), Administrasi Pemerintahan (1,646), Informasi dan Komunikasi (1,360), Jasa Kesehatan (1,157), serta Pertambangan dan Penggalian (1,114). Keenam sektor tersebut memiliki nilai LQ di atas 1, yang menandakan bahwa kontribusi mereka terhadap perekonomian Jember lebih besar dibandingkan rata-rata nasional.
Kepala Tim Peneliti menjelaskan, nilai LQ yang tinggi mencerminkan keunggulan komparatif suatu sektor di daerah tersebut. “Sektor dengan LQ lebih dari satu disebut sebagai sektor basis. Artinya, sektor itu tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berpotensi menjadi sumber pertumbuhan ekonomi melalui ekspor antarwilayah,” ujarnya.
Lebih lanjut, analisis Dynamic Location Quotient (DLQ) juga menunjukkan sektor dengan prospek pertumbuhan yang menjanjikan. Sektor Pertambangan dan Penggalian mencatat nilai DLQ tertinggi, yaitu 1,268, menandakan potensi ekspansi di masa depan. Sementara itu, sektor Industri Pengolahan, Transportasi dan Pergudangan, serta Jasa Keuangan dan Asuransi termasuk dalam kategori potensial berkembang.
Meskipun demikian, laporan tersebut menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomi Jember tetap perlu difokuskan pada sektor yang berkelanjutan. Pertanian dan pendidikan dianggap sebagai dua sektor strategis yang tidak hanya menopang ekonomi daerah, tetapi juga membuka peluang integrasi dengan sektor pariwisata berbasis potensi lokal.
“Transformasi menuju ekonomi jasa modern mulai terlihat, terutama pada sektor informasi dan komunikasi. Namun, pertanian tetap menjadi tulang punggung ekonomi Jember,” tambah laporan tersebut.
Dengan hasil kajian ini, Pemerintah Kabupaten Jember diharapkan dapat merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih terarah, berfokus pada penguatan sektor basis sekaligus mendorong tumbuhnya sektor potensial baru.