Jember, 5 Agustus 2025 - Dalam rangka memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi, Pemerintah Kabupaten Jember menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pemetaan Potensi Usaha bagi Koperasi Merah Putih (KMP). Rapat penting ini berlangsung pada Selasa, 5 Agustus 2025, pukul 09.00 WIB, bertempat di Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Jember, Jl. Letjen S. Parman No. 58, Sumbersari.

Rapat koordinasi tersebut difasilitasi oleh Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Bappeda Kabupaten Jember, dan bertujuan untuk mengidentifikasi serta merumuskan potensi usaha yang dapat dikembangkan secara strategis oleh KMP. Pendekatan lintas sektoral ini melibatkan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna menyusun rencana kerja koperasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan masyarakat.

Sebanyak 11 OPD strategis diundang dalam forum ini, yakni:

1. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

2. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)

3. Dinas Perindustrian dan Perdagangan

4. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

5. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan

6. Dinas Perikanan

7. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan

8. Dinas Koperasi dan Usaha Mikro

9. Dinas Kesehatan

10. Bagian Tata Pemerintahan

11. Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Monitoring (PPM) Bappeda Jember

Rapat ini mendorong partisipasi aktif masing-masing OPD untuk menyampaikan data, potensi wilayah, dan rekomendasi usaha yang relevan. Semua masukan yang dihimpun akan dianalisis lebih lanjut oleh Dinas Koperasi dan Usaha Mikro sebagai bahan perumusan strategi pengembangan KMP ke depan.

Kolaborasi lintas sektor ini mencerminkan komitmen kuat Pemkab Jember dalam membangun koperasi sebagai pilar ekonomi lokal yang berdaya saing tinggi. Melalui integrasi data dan perencanaan yang tepat sasaran, diharapkan KMP mampu menjadi wadah usaha produktif yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Jember menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan kontribusi seluruh peserta rapat, serta menekankan pentingnya kesinambungan sinergi antar perangkat daerah demi keberhasilan pengembangan koperasi yang inklusif dan berkelanjutan.