Jember – Sebagai kelanjutan dari kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Uji Petik Perencanaan dan Pengelolaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) Berbasis Kewilayahan, Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian PPN/Bappenas dan Pemerintah Kabupaten Jember menggelar Observasi Lapangan 1 pada Kamis (25/9/2025).

Observasi lapangan difokuskan pada penyerapan aspirasi masyarakat terkait pelaksanaan program MBG. Tim gabungan dari pusat dan daerah turun langsung ke beberapa titik, antara lain Kelurahan Jemberlor di Kecamatan Patrang serta Kelurahan Jember Kidul di Kecamatan Kaliwates. Di lokasi tersebut, tim menemui beragam kelompok masyarakat, seperti orang tua murid, kader posyandu, tenaga kesehatan, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat.

Masyarakat secara umum menilai program MBG sebagai inisiatif positif dalam mendukung pemenuhan gizi, khususnya untuk anak sekolah, balita, dan ibu hamil. Namun, aspirasi yang muncul menekankan perlunya distribusi makanan bergizi yang lebih merata, penguatan peran pangan lokal, serta keterlibatan komunitas dalam proses pengawasan dan pelaksanaan program. Selain itu, peningkatan kapasitas penyelenggara di tingkat desa dan sekolah juga dianggap penting agar program lebih efektif.

Observasi di kedua lokasi juga menyinggung tentang perlunya koordinasi lintas sektor antara perangkat desa, sekolah, lembaga kesehatan, dan komunitas lokal. Hal ini dinilai krusial untuk menjamin mutu makanan serta menjaga keberlangsungan rantai pasok di daerah.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah menyusun beberapa langkah strategis. Pertama, melakukan pemetaan aspirasi masyarakat dari seluruh titik observasi. Kedua, menganalisis kesesuaian hasil penjaringan aspirasi dengan desain program MBG yang ada. Ketiga, merumuskan rekomendasi teknis untuk memperkuat peran sekolah, posyandu, serta komunitas lokal. Terakhir, seluruh hasil observasi akan diintegrasikan ke dalam rencana pembangunan daerah dan menjadi masukan penting bagi kebijakan nasional.

Melalui observasi lapangan di Jemberlor dan Jember Kidul, pemerintah berupaya memastikan program MBG benar-benar berakar dari kebutuhan masyarakat. Aspirasi yang terkumpul diharapkan dapat memperkuat implementasi MBG berbasis kewilayahan, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat Jember dan menjadi model penerapan bagi daerah lain di Indonesia.