Jember – Rangkaian kegiatan Pemantauan Bersama Program Better Reproductive Health and Rights for All in Indonesia Tahap II (BERANI II) berlanjut dengan penyelenggaraan workshop yang diadakan pada Rabu (17/9/2025) di aula Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (PPPAKB) Kabupaten Jember. Workshop berlangsung sejak pukul 09.00 hingga 15.30 WIB dan melibatkan perangkat daerah, mitra pembangunan, serta organisasi masyarakat sipil.
Workshop ini disusun sebagai wadah koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta mitra pembangunan internasional dan lokal. Tujuannya adalah memperkuat sinkronisasi pelaksanaan Program BERANI II dengan program pembangunan daerah, sekaligus menampung masukan dari berbagai pihak terkait tantangan serta peluang yang ada di lapangan.
Peserta kegiatan berasal dari lintas sektor, mulai dari Bappeda Kabupaten Jember, DPRD, kepolisian, hingga tokoh agama dan forum anak. Hadir pula organisasi perempuan dan mitra lokal, seperti Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur, LPA Muda, Koalisi Perempuan Indonesia, serta Gerakan Peduli Perempuan (GPP). Keterlibatan ini menunjukkan bahwa program tidak hanya bersifat top-down, tetapi juga menekankan partisipasi masyarakat sebagai kunci keberhasilan.
Materi yang dibahas dalam workshop meliputi pengarusutamaan gender (PUG) dalam perencanaan pembangunan, integrasi kesehatan reproduksi dalam kebijakan daerah, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta upaya mencegah dan menghapus praktik berbahaya seperti perkawinan anak dan sunat perempuan. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan tujuan menghasilkan strategi bersama yang dapat diimplementasikan di tingkat lokal.
Selain menjadi forum pertukaran informasi, workshop ini juga dirancang untuk memperkuat jejaring kerja antarorganisasi di Jember. Dengan adanya koordinasi yang baik, diharapkan Program BERANI II mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak perempuan.
Hasil workshop ini akan dituangkan dalam laporan pemantauan yang mencakup temuan kunci, tantangan, kesenjangan, serta rekomendasi tindak lanjut. Laporan tersebut akan menjadi bahan penting untuk diskusi penutup kegiatan pemantauan pada Kamis (18/9/2025) di Kantor Bappeda Kabupaten Jember.
Dengan penyelenggaraan workshop ini, Bappenas dan mitra berharap tercipta langkah konkret yang memperkuat peran pemerintah daerah serta masyarakat dalam mendukung tujuan program. Pada akhirnya, kegiatan ini ditargetkan dapat mempercepat pencapaian target nasional dan internasional, khususnya dalam bidang kesehatan reproduksi, kesetaraan gender, serta perlindungan anak.