Jember – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bersama tiga Badan PBB, yaitu UNFPA, UNICEF, dan UN Women, mengadakan audiensi dengan Bupati Jember, Muhammad Fawait, SE, M.Sc, pada Rabu (17/9/2025) di Kantor Bupati Jember. Pertemuan ini menjadi agenda penting dalam rangkaian Pemantauan Bersama Program Better Reproductive Health and Rights for All in Indonesia Tahap II (BERANI II) yang berlangsung pada 17–18 September 2025.
Program BERANI II merupakan inisiatif nasional yang didukung oleh Global Affairs Canada (GAC) serta dilaksanakan sejak Agustus 2023 hingga Desember 2027. Tujuan utama program ini adalah meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan seksual dan reproduksi, menekan angka kematian ibu, serta menghapuskan praktik berbahaya terhadap perempuan dan anak perempuan, termasuk perkawinan usia anak dan sunat perempuan.
Kabupaten Jember dipilih sebagai salah satu dari dua kabupaten model intervensi bersama tiga Badan PBB, selain Lombok Timur di Nusa Tenggara Barat. Penunjukan ini tidak terlepas dari pentingnya peran Jember sebagai wilayah strategis dalam implementasi program, dengan potensi kontribusi besar dalam memperkuat pencapaian target pembangunan nasional, termasuk RPJMN 2025–2029 serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.
Dalam audiensi, perwakilan Tim Pusat menyampaikan perkembangan pelaksanaan program di Kabupaten Jember, termasuk sejumlah capaian awal serta rencana kegiatan lanjutan. Pembahasan juga menyoroti kebutuhan sinkronisasi dengan kebijakan dan program pemerintah daerah, agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Audiensi ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya kementerian/lembaga dari tingkat pusat, perangkat daerah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Jember, mitra pembangunan internasional, serta mitra lokal. Fokus utama kegiatan adalah memperoleh arahan dan masukan dari Bupati Jember untuk memperkuat pelaksanaan program di lapangan.
Hasil pertemuan diharapkan menghasilkan kesepahaman strategis yang memperkokoh komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pencegahan kekerasan berbasis gender, penghapusan praktik berbahaya, serta penurunan angka kematian ibu. Dengan adanya kolaborasi ini, Kabupaten Jember diharapkan mampu menjadi contoh praktik baik bagi daerah lain dalam implementasi program serupa.