Pertumbuhan Ekonomi
Informasi Mengenai Profil Daerah : Indikator Kinerja Utama
Ekonomi Kabupaten Jember tahun 2024 mengalami pertumbuhan sebesar 4,86 persen dibandingkan tahun 2023. Lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan signifikan adalah Transportasi dan Pergudangan sebesar 10,41 persen, Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 7,45 persen, dan Jasa Lainnya sebesar 7,41 persen. Pada tahun 2024 nilai PDRB ADHB (Atas Dasar Harga Berlaku) sebesar 102.757,71 Miliar Rupiah, terdapat kenaikan dibandingkan PDRB ADHB tahun 2023 yang tercatat sebesar 95.289,79 Miliar Rupiah.
Peningkatan PDRB ADHB pada tahun 2024 didorong oleh tiga sektor utama, yaitu Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang berkontribusi sebesar 25,71%, selanjutnya Sektor Industri Pengolahan berkontribusi sebesar 21,01% dan Sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor berkontribusi sebesar 14,82%. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa sektor pertanian berperan vital dalam menopang ekonomi daerah dan menjadi “TULANG PUNGGUNG EKONOMI DAERAH” karena menyerap tenaga kerja terbesar, sehingga dibutuhkan upaya berkelanjutan untuk memajukan sektor pertanian dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara untuk PDRB ADHK (Atas Dasar Harga Konstan) Kabupaten Jember pada tahun 2024 sebesar 62,89 Triliun Rupiah, terdapat kenaikan sebesar 2,91 Triliun dibandingkan PDRB ADHK tahun 2023 yang tercatat sebesar 59,98 Triliun Rupiah. PDRB perkapita Kabupaten Jember juga mengalami kenaikan, untuk nilai PDRB perkapita ADHB pada tahun 2024 tercatat sebesar 39,46 Juta Rupiah, terdapat kenaikan sebesar 2,62 Juta Rupiah dari Tahun 2023 yang tercatat sebesar 36,83 Juta Rupiah. Sedangkan PDRB perkapita ADHK tahun 2024 tercatat sebesar 24,15 Juta Rupiah, terdapat kenaikan sebesar 0,96 Juta Rupiah dari Tahun 2023 yang tercatat sebesar 23,18 Juta Rupiah.
Pertumbuhan Ekonomi Jember 2024: Sektor Pertanian Tetap Jadi Pilar Utama
Ekonomi Kabupaten Jember menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2024. Berdasarkan data terkini, laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Jember tercatat sebesar 4,86 persen. Pertumbuhan ini mencerminkan geliat produktivitas di berbagai sektor usaha, terutama pada lapangan usaha Transportasi dan Pergudangan yang tumbuh sebesar 10,41 persen, diikuti oleh Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 7,45 persen, serta Jasa Lainnya yang mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,41 persen.
Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Kabupaten Jember pada tahun 2024 mencapai Rp102.757,71 miliar, meningkat Rp7.467,92 miliar dibandingkan capaian tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp95.289,79 miliar. Capaian ini menjadi refleksi konkret atas kinerja perekonomian Kabupaten Jember yang terus membaik.
Dari sisi struktur ekonomi, tiga sektor utama tercatat sebagai penopang terbesar PDRB ADHB. Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan menduduki posisi teratas dengan kontribusi sebesar 25,71 persen, disusul oleh Industri Pengolahan sebesar 21,01 persen, serta Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor yang menyumbang 14,82 persen. Kontribusi besar dari sektor pertanian menegaskan perannya sebagai tulang punggung perekonomian daerah, tidak hanya sebagai penggerak PDRB, tetapi juga dalam hal penyerapan tenaga kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dari sisi volume riil, PDRB Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Kabupaten Jember tahun 2024 tercatat sebesar Rp62,89 triliun, naik sebesar Rp2,91 triliun dibandingkan capaian tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp59,98 triliun. Kenaikan ini mengindikasikan adanya pertumbuhan riil ekonomi tanpa terdistorsi oleh perubahan harga.
Adapun indikator PDRB per kapita juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Pada tahun 2024, nilai PDRB per kapita ADHB tercatat sebesar Rp39,46 juta, naik sebesar Rp2,63 juta dari tahun 2023 yang tercatat sebesar Rp36,83 juta. Sementara itu, PDRB per kapita ADHK meningkat dari Rp23,18 juta pada 2023 menjadi Rp24,15 juta pada tahun 2024, atau naik sebesar Rp0,97 juta.
Capaian-capaian ini menjadi sinyal penting bagi seluruh pemangku kebijakan, khususnya Pemerintah Kabupaten Jember. Konsistensi dalam menjaga stabilitas pertumbuhan, memperkuat sektor unggulan—terutama pertanian—dan mendorong investasi serta inovasi layanan publik menjadi agenda strategis dalam mempercepat transformasi ekonomi Jember yang inklusif dan berkelanjutan.