Hidrologi dan Klimatologi
Informasi Mengenai Profil Daerah : Kondisi Umum Kabupaten Jember
Hidrologi
Kabupaten Jember memiliki beberapa sungai antara lain Sungai Bedadung yang bersumber dari Pegunungan Hyang di bagian Tengah, Sungai Mayang yang bersumber dari Pegunungan Raung di bagian timur, dan Sungai Bondoyudo yang bersumber dari Pegunungan Semeru di bagian barat. Kondisi hidrologi di Kota Jember sangat dipengaruhi oleh air permukaan tanah dangkal, sumber-sumber mata air dan aliran- aliran sungai yang melintasinya. Sungai yang melintasi Kota Jember adalah Sungai Bedadung.
Secara keseluruhan sungai-sungai di wilayah Jember mengalir ke selatan dan umumnya berasal dari G. Argopuro, G. Raung dan Pegunungan Meru Betiri. Pola aliran sungainya, mendaun sejajar dan memancar, dengan sifat perenial hingga epimeral atau periodik.
Kabupaten Jember mempunyai banyak sungai/kali yang bermanfaat untuk pertanian. Beberapa sungai yang cukup besar diantaranya:
- Kali Bedadung, merupakan sungai yang membelah Kabupaten Jember di tengah-tengah. Hulu sungai berasal dari pegunungan Hyang yang banyak terdapat mata air.
- Kali Mayang, merupakan sungai yang bermata air dan hulu sungai berasal dari pegunungan Raung yang berbatasan dengan Kabupaten Banyuwangi.
- Kali Sanen, merupakan sungai yang bermata air dan hulu sungai berasal dari pegunungan Raung. Kali Sanen bertemu dengan Kali Mayang di Desa Sumberrejo dan bermuara di Samudera Indonesia.
- Kali Jatiroto, merupakan perbatasan dengan Kabupaten Lumajang yang bermata air dan hulu sungai dari pegunungan Hyang, bermuara di Samudera Indonesia.
Klimatologi
Karakteristik cuaca dan curah hujan di Kabupaten Jember menunjukkan pola musim penghujan dan musim kemarau tiap tahunnya. Musim kemarau terjadi antara bulan Mei-Oktober, sedangkan musim penghujan terjadi antara bulan November-April. Curah hujan berkisar antara 0,1 mm hingga 578,9 mm dengan kelembapan udara rata-rata (humidity average) sebesar 87,75 % dengan suhu rata-rata 28º.