Hidrologi dan Klimatologi

Informasi Mengenai Profil Daerah : Kondisi Umum Kabupaten Jember

Hidrologi

Kabupaten Jember memiliki beberapa sungai antara lain Sungai Bedadung yang bersumber dari Pegunungan Hyang di bagian Tengah, Sungai Mayang yang bersumber dari Pegunungan Raung di bagian timur, dan Su­ngai Bondoyudo yang bersumber dari Pegunungan Semeru di bagian barat. Kondisi hidrologi di Kota Jember sangat dipengaruhi oleh air permukaan tanah dangkal, sumber-sumber mata air dan aliran- aliran sungai yang melintasinya. Sungai yang melintasi Kota Jember adalah Sungai Bedadung.
Secara keseluruhan sungai-su­ngai di wilayah Jember menga­lir ke selatan dan umumnya ber­asal dari G. Argopuro, G. Raung dan Pegunungan Meru Betiri. Pola aliran sungainya, mendaun sejajar dan memancar, dengan sifat perenial hingga epimeral atau periodik.
Kabupaten Jember mempunyai banyak sungai/kali yang bermanfaat untuk pertanian. Bebe­rapa sungai yang cukup besar diantaranya:

 

  1. Kali Bedadung, merupakan sungai yang membelah Kabupaten Jember di tengah-tengah. Hulu sungai berasal dari pegunungan Hyang yang banyak terdapat mata air.
  2. Kali Mayang, merupakan sungai yang bermata air dan hulu sungai berasal dari pegunungan Raung yang berbatasan dengan Kabupaten Banyuwangi.
  3. Kali Sanen, merupakan sungai yang bermata air dan hulu sungai berasal dari pegunungan Raung. Kali Sanen bertemu dengan Kali Mayang di Desa Sumberrejo dan bermuara di Samudera Indonesia.
  4. Kali Jatiroto, merupakan perbatasan dengan Kabu­paten Lumajang yang ber­mata air dan hulu sungai dari pegunungan Hyang, bermuara di Samudera Indonesia.

Klimatologi

Karakteristik cuaca dan curah hujan di Kabupaten Jember menunjukkan pola musim penghujan dan musim kemarau tiap tahunnya. Musim kemarau terjadi antara bulan Mei-Oktober, sedangkan musim penghujan terjadi antara bulan November-April. Curah hujan berkisar antara 0,1 mm hingga 578,9 mm dengan kelembapan udara rata-rata (humidity average) sebesar 87,75 % dengan suhu rata-rata 28º.